Permainan Anak Kampung yang Nyaris Punah Ini Digelar di Jalanan Sudirman, di Jantung Kota Jakarta

Permainan Anak Kampung yang Nyaris Punah Ini Digelar di Jalanan Sudirman, di Jantung Kota Jakarta
Permainan tradisional digelar di Jalan Sudirman Jakarta di sela Car Free Day, Minggu 22 Maret 2015. 

JAKARTA - Teknologi dan informasi yang semakin canggih telah merambah semua kalangan termasuk anak-anak.
Teknologi dan informasi yang semakin modern telah membuat ruang kreativitas si anak telah hilang dengan banyaknya permainan online dan mengenyampingkan permainan tradisional.
Memanfaatkan acara car free day di sekitaran Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (22/3/2015) Gerakan Kebangkitan Permainan Tradisional Indonesia (GKPTI) mendeklarasikan permainan itu haris kembali dihidupkan.
Aksi ini bahkan mendapat simpatik dari warga ibukota dan tak sedikit anak-anak yang mencoba beberapa permainan tradisional.
Beberapa permainan tradisional tampak disuguhkan oleh kalangan pencinta permainan yang kian hari kian luntur. Sebut saja egrang bambu, bakiak, lompat tali, gansing, mobil laker, congklak, sepakbola kelereng, dan banyak lainnya.
Penggagas GKPTI, Endi Aras mengaku prihatin atas hilangnya eksistensi permainan tradisional akibat modernisasi zaman. Hilangnya permainan asli Indonesia ini disebababkan oleh sempitnya lahan bermain bagi anak-anak, kurangnya kepedulian orangtua untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak, sulitnya mendapatkan bahan untuk permainan dan kecenderungan si anak untuk memainkan permainan digital.

0 Response to "Permainan Anak Kampung yang Nyaris Punah Ini Digelar di Jalanan Sudirman, di Jantung Kota Jakarta"

Post a Comment

Total Pageviews